Pages

Friday, June 8, 2012

Orangtua Korban Mutilasi Tiba Di Kanada

Jun Lin, seorang gay China, tewas di tangan aktor porno biseks psikopat Luka Magnotta. Sebagai gay, Jun Lin datang ke Kanada demi menghirup udara kebebasan berhubung di China menjadi gay masih dilarang (meski dunia psikolog China sudah menghapus gay dari daftar sakit jiwa sejak th 2000an). Tapi malang, Jun Lin tewas. Bayangkan perasaan orangtua almarhum. Sudah harus berduka karena putra mereka tewas mengenaskan, eh masih ditambah bonus kejutan bahwa putra mereka ternyata GAY! Hal yg sama banyak terjadi di Indonesia. Saat korban2 Ryan Jombang disebut, banyak keluarga korban shok berat saat tau putra tercinta mereka ternyata gay. Sungguh ironis. Tapi itulah fakta hidup dan duka menjadi GAY di negara2 yg berpikiran sempit macam China (dan Indonesia). Setelah ada kejadian heboh, baru ketahuan gay. Kalo gak ada kejadian, sampai si gay mati karena usia tua, gak ada seorang pun yg bakal tahu.
International: Magnotta could be returned to Canada as early as this week, according to authorities
Jun Lin, gay China yg dibantai psikopat kanibal biseks Luka Magnotta


Orangtua Jun Lin tak bisa berkata2. Putra tercinta mereka mati dijagal Luka Magnotta. Meski shok mengetahui Jun Lin ternyata gay, nampak kedua orangtua itu masih menyayangi Jun Lin. Logikanya, kalo mereka jijik akan homoseksualitas Jun Lin, mereka takkan sudi datang ke Kanada untuk mengklaim jasad Jun Lin. Bandingkan dengan kasus Ahmed Yildiz, gay Turki yg dibantai ayah kandungnya. TIDAK ada seorang relasi pun yg sudi mengklaim jasad Ahmed hanya krn dia GAY.
Sad journey: The parents of Chinese student Jun Lin came to Quebec to speak with Montreal authorities regarding their son's horrific death
Bayangkan tangis ortu Jun Lin melihat jasad putranya yg tak berkepala

Hingga saat ini, polisi Kanada masih belum menemukan kepala Jun Lin. Diduga kepala alamrhum juga dipaketkan lewat pos. Kini tinggal menunggu siapa yg "beruntung" kebagian "paket cinderamata" itu. Dada korban ditemukan di tong sampah di tempat kos Luka. Satu kaki muncul di kantor Partai Konservatif Kanada. Satu tangan berhasil dicegat di gudang pos. Sementara 1 kaki dan 1 tangan lainnya masing2 ditemukan di 2 sekolah berbeda.

Semasa hidup, Jun Lin dikenal sebagai sosok ramah yg menyukai kucing. Almarhum juga rajin bekerja sebagai kasir, tak pernah bolos. Jun Lin datang ke Kanada demi belajar teknik insinyur dan komputer sains. Tanpa diketahui orangtuanya, Jun Lin punya agenda lain datang ke Kanada: demi mencari kebebasan sebagai seorang gay. Saat Jun Lin akan pergi ke Kanada, dengan ceria dia mengetik di internet "Aku akan ke Kanada!" pada tgl 10 Mei 2010/

Luka Magnotta kini sednag diekstradisi. Pengacara Luka (yg ditunjuk pengadilan) - Evelyn Ascher - menolak berkomentar.
Multiples: Police said he has 70 Facebook accounts under different names
"Aku ganteng sekali. Aku seksi. Dan aku psikopat." 




No comments:

Post a Comment