Pages

Wednesday, April 29, 2015

Napi Jelaskan Kenapa Dia Bunuh Psikopat Gay

"Ketenaran" nama Jeffrey Dahmer melampaui nama Ryan Jombang. Psikopat gay asal Wisconsin itu telah memerkosa dan membantai sesama gay sebanyak 17 dari tahun 1978-1991. Beberapa korban sempat dijadikan zombie, malah dimakan juga. Jeffrey dipenjara seumur hidup pada tahun 1992 di Columbia Correctional Institution. Di sanalah psikopat gay itu meregang nyawa, dihabisi sesama napi, Christopher Scarver.
Jeffrey Dahmer (left) and Christopher Scarver (right)
Dahymer (kiri) psikopat gay yang layak dibantai
Setelah bertahun-tahun lamanya, Scarver akhirnya buka mulut perihal kenapa dia menghabisi Jeffrey Dahmer. Menurutnya, Dahmer itu tidak pernah bertobat di dalam penjara. Psikopat gay itu malah hobi memamerkan "prestasi"nya. Dahmer juga dikabarkan suka mengubah makanan menjadi organ manusia berdarah dengan membasahinya menggunakan saus tomat. Scarver merasa muak dengan kebanggaan Dahmer saat menceritakan detail-detail pembunuhan yang dia lakukan.


"Dahmer itu sudah keterlaluan, terhadap sesama napi dan staf lapas. Sebagian napi bertobat di dalam penjara, tapi dia tidak," kata Scarver.

Scarver kala itu berumur 24tahun. Dia kebetulan kebagian tugas piket membersihkan kamar mandi bersama Dahmer dan seorang napi lain. Scarver sedang menimba air saat merasa dicolek dari belakang. Dia melihat Dahmer dan napi lainnya itu tertawa. Tersinggung, Scarver menyembunyikan batang besi sepanjang 20 inchi yang dicomotnya dari ruang olahraga. Dia mengikuti Dahmer yang kala itu berumur 34tahun. Saat berhasil mengkonfrontasi Dahmer, Scarver menuntut kebenaran perihal detail-detail biadab yang dilakukan Dahmer pada korban-korbannya. Tanpa malu, Dahmer membenarkannya.

"Dahmer berusaha melarikan diri tapi saya menghalanginya." Scarver menghajar kepala Dahmer dua kali. Tengkorak psikopat gay itu langsung remuk. "Dia tewas seketika itu juga." Tak mau ketahuan, Scarver memburu napi lain yang ikut tugas piket bersama mereka. Napi itu dihajar di bagian kepalanya sampai retak dan meninggal.

Dalam catatan medis disebutkan Scarver pengidap gangguan jiwa Schizophrenia. Dia sempat mengaku gila saat membunuh Dahmer dan napi lainnya itu, dengan mengklaim TUHAN memerintahkannya.


KOMENTAR
**************
Sebagai gay, saya tidak prihatin sama sekali pada nasib Jeffrey Dahmer. Saya malah bersyukur sekali psikopat gay amcam dia dibantai. Biar tahu rasa... Tapi menurutku kematiannya terlalu damai dibandingkan kekejian yang dia lakukan pada korban-korbannya.


No comments:

Post a Comment