Sebelum Hujat Gay, Baca Ini Dulu!

1. Anda membawa nama agama & Tuhan! Dengan pamer kosakata najis, Anda MENODAI AGAMA ANDA sendiri! Ngaku beragama, kelakuan kok kayak PREMAN?

2. Ingat, mulut Anda juga DIPAKAI BERDOA! Hormati Tuhan Anda dengan menjaga kesopanan mulut! NAJIS kalo mulut yg hobi mengutuk & menghina juga dipakai doa!

3. Komputer Anda yg dipakai menghujat gay datang dari Mesin Turing buatan seorang HOMOSEKSUAL bernama Alan Turing! Anda jijik dengan gay? Bakar dulu komputer Anda dulu. Pakai kartupos saja kalo mau hujat gay.

4. Jangan sok urusin RANJANG ORANG. Urus ranjang sendiri saja!

Wednesday, June 22, 2011

Bugis Street Tempo Doeloe - Surga Waria

Bugis St - dulu pusat waria, kini pusat belanja
Kalo Indonesia punya Taman Lawang, Singapura punya Bugis Street (Jalan Bugis). Di masa kini, Bugis Street sudah disulap jadi areashopping tapi zaman dulu ini tempat ngetop untuk mencari jajanan seks. Berikut sejarah singkat Bugis St.


Sebelum kedatangan penjajah Inggris, area itu adalah area dagang. Area ini adalah pangkalan orang Bugis asal Indonesia yang berlayar ke Singapur untuk berdagang. Gara-gara itu, area itu dinamai Jalan Bugis. Namun sejarah mencatat di era itu pelayar Bugis juga perompak yang haus darah. Di era PD2, jalan itu dinamai Jalan Hitam oleh kaum Chinese dikarenakan di sana banyak toko yang bersedia berjualbeli dengan penjajah Jepang (era itu, China benar-benar benci Jepang setelah ratusan ribu warga China dibantai). Setelah PD2 usai, Bugis St dipenuhi pedagang. Banyak bar terbuka berdiri di area kumuh itu. Di saat itulah, kaum waria menyerbu Bugis St.

Ironisnya, kehadiran waria malah menjadi daya tarik internasional! Banyak pria bule yang ketagihan dengan kecantikan waria Asia yang katanya melebihi kecantikan wanita tulen! Waria2 pun kebanjiran uang. Mereka dengan mudah mendapat $ hanya dengan menawarkan foto bersama atau duduk di pangkuan pria bule. Namun banyak juga waria yang menempuh jalan kotor. Mereka sengaja menyusuri Bugis St mencari tentara Amerika yang sedang mabok untuk ditawari seks. Saking terkenalnya, Bugis St dikenal sebagai Boogie Street, gara2 zaman itu Amerika sedang demam disko.
Kaum waria di Bugis St
Bahkan ada toilet umum dengan atap rata. Di atasnya, ada beberapa waria seksi menari2 dengan liar. Ada tradisi yang disebut Tarian Pantat Panas, di mana pria2 bule dari satuan Angkatan Laut (Inggris, Australia dan Selandia Baru) bersiul2 dan bernyanyi dengan liar di bawah sementara para waria mempertontonkan pantatnya dari atap toilet.

Singapura kebanjiran uang! Tapi mereka gak sudi dapat uang haram. Polisi2 pun mulai gencar memburu waria dan juga bule hidung belang. Banyak bule nakal yang ditodong dengan pistol oleh polisi Singapura dan dipermalukan dengan mengirim mereka pulang secara tak terhormat.  Akhirnya, riwayat surga sex waria pun lenyap di pertengahan 1980an. 

Ironisnya, semenjak Bugis St bersih dari bisnis pelacuran waria, devisa Singapura TURUN DRASTIS! Memang banyak yang shopping tapi jika dibanding dengan era surga pelacuran, devisanya sangat berkurang. Sampai2, dewan pariwisata Singapura terpaksa menawarkan hiburan tarian erotis waria di panggung terbuka dengan nama Ah Qua Show! (aqua adalah sebutan untuk waria). Namun penampilan para penari tidak bisa menarik minat pengunjung sehebat pelacur waria. Akhirnya, panggung tarian erotis itu dibatalkan karena percuma.

Hingga detik ini, Bugis St tidak lagi seramai dan seuntung zaman waria. Jadi jika kamu berkunjung ke Bugis St, ingatlah bahwa dulu di sana adalah surga seks antar waria dan pria bule :) Selamat belanja!


**********
TRIVIA
**********

Penasaran mau melihat Bugis St tempo doeloe? Bisa ditonton di film buatan Hong Kong - Bugis Street (妖街皇后) tahun 1995. Kehidupan kaum waria diceritakan oleh seorang gadis yang menyaksikan sulitnya perjuangan kaum waria mencari uang dan cinta. Film itu tidak begitu sukses di box office mengingat sarat dengan adegan seks waria dan juga ada adegan pria telanjang secara frontal.

"Ini loh yang namanya seks."

No comments:

Post a Comment

Psikiater vs Psikolog

Kaum pendukung "gay harus sembuh" getol berkutat dng istilah, seolah dng mengkoreksi itu, mereka bisa menjustifikasi gay itu dosa/penyakit dan aku "salah". Faktanya, psikiater dan psikolog sama-sama menyatakan gay itu normal & sama2 urusin JIWA! Jadi, tak peduli yg mana, fakta gay itu normal tak bisa diubah hanya dng membetulkan syntax!!!

Labels

Afghanistan (1) Afrika (10) agama (11) alan turing (1) alien (1) Amerika Latin (1) Amerika Serikat (40) androginy (1) aneh (124) apple (1) arkeologi (2) aseksual (1) australia (6) bencana alam (1) berita (43) berita duka (5) bestial (1) big brother (5) biseksual (24) breaking news (10) broadway (2) buku (17) busana (1) celeb (129) chicken soup for gay (9) China (20) denmark (2) dll (1) facebook (1) fakta gay (52) fashion (1) fauna gay (4) fetish seks (2) fifty shades (9) filipina (1) film (33) film gay (26) game (4) gay (3) gay-in-denial (9) gay4pay (1) hetero (18) heteroseksual (26) HIV/AIDS (10) homofobia (44) hukum (13) humor (3) iklan (3) ilmiah (39) India (3) indonesia (15) Inggris (31) iran (5) Jepang (6) john travolta (4) kartun (3) katy perry (13) kesehatan (4) kiamat (24) kisah inspirasional gay (4) komik (11) kriminal (30) lady gaga (19) lagu gay (3) laporan khusus (2) lesbian (23) luka magnotta (21) Malaysia (6) mesir (2) militer (1) mitologi (7) musik (81) necrofil (3) novel (5) opini (4) pedofil (4) pedofilia (2) penis (1) perancis (3) pertobatan (1) politik (48) pornografi (17) rusia (9) sains (4) sastra (1) sejarah (45) seksi (21) singapura (3) sport (20) supernatural (1) surat pembaca (1) syria (3) titanic (8) tokoh gay (105) tolol pangkat sejuta (8) transgender (40) trivia (1) turki (1) tv (60) vietnam (2) wanita (4) westboro (2) yahudi (2) youtube (2)