Sebelum Hujat Gay, Baca Ini Dulu!

1. Anda membawa nama agama & Tuhan! Dengan pamer kosakata najis, Anda MENODAI AGAMA ANDA sendiri! Ngaku beragama, kelakuan kok kayak PREMAN?

2. Ingat, mulut Anda juga DIPAKAI BERDOA! Hormati Tuhan Anda dengan menjaga kesopanan mulut! NAJIS kalo mulut yg hobi mengutuk & menghina juga dipakai doa!

3. Komputer Anda yg dipakai menghujat gay datang dari Mesin Turing buatan seorang HOMOSEKSUAL bernama Alan Turing! Anda jijik dengan gay? Bakar dulu komputer Anda dulu. Pakai kartupos saja kalo mau hujat gay.

4. Jangan sok urusin RANJANG ORANG. Urus ranjang sendiri saja!

Saturday, May 11, 2013

Buku SEX China Menghebohkan

China modern kini dikuasai komunis. Meski komunis sering dituduh kaum beragama sebagai kaum anti-agama, secara mengejutkan komunisme mendukung pandangan buta-sains kaum beragama bahwa gay itu penyakit. Secara resmi, homoseksualitas sudah dihapus dari daftar kriminalitas China sejak th 1997 dan juga dihapus dari dafatr penyakit jiwa China sejak 2001. Tapi homofobia sudah telanjur berakar kuat, "berkat" hasutan Kristen sejak zaman Dinasti Manchuria.

Kini sebuah buku seks menghebohkan China. Tunggu dulu. Ini bukan buku porno melainkan buku ilmiah yg membedah fakta sejarah gay di China. Kenapa heboh? Karena warga China modern tidak tau menahu betapa gay-nya sejarah negara komunis tercinta mereka itu. Pengarangnya adalah Richard Burger dan bukunya berjudul Di Balik Pintu Merah: Seks Di China.
Buku heboh!
Richard menulis bahwa orang China kuno malah sangat mentoleransi homoseksualitas, bahkan mungkin setara dengan orang Yunani kuno dan Romawi kuno. TAPI homoseksulitas yg ditoleransi China kuno berbeda dari homoseksulitas modern. Sama seperti kelakuan orang Yunani dan Roma kuno, pria "heteroseks" China kuno diperbolehkan berhomoseks. Bahkan homoseks di zaman China kuno adalah LAMBANG KEMAKMURAN! Loh kok?


Homoseksualitas di China kuno terjadi di mana-mana. Dari istana kaisar dinasti Han sampai tempat gigolo gay. Trend ini mencapai puncak pada zaman dinasti Qing saat para pemain opera laki-laki kemayu yg berperan sebagai wanita di panggung. Laki-laki "cantik" memang lebih digemari oleh pria gay China kuno dan untuk mendapatkan mereka butuh uang (seperti menyewa wts/gigolo). Nah, karena itulah, harga untuk membeli laki-laki cantik ini melonjak krn penyewanya rata2 adalah pria kaya. itu sebabnya, homoksesulitas adalah lambang kemakmuran. Yang menyewa kaya, yg disewa ikutan kaya.

Buku seks ini lebih lanjut menjabarkan bahwa pada zaman dinasti Han, malah ada katalog selir laki-laki para kaisar! Ya, kaisar2 China yg sering muncul dalam film2 kungfu kesayangan kalian ternyata hasil rekayasa kaum homofobik krn kaisar2 asli China suka berhomoseks! Bahkan para petani di desa juga berhomoseks. Meski demikian, mereka lebih tepat disebut biseks karena semua pria itu juga beristri dan beranak. Bagi mereka, homoseks itu adalah rekreasi dan variasi. Beda dengan segelintir gay modern yg ingin sehidup semati.

Homofobia China sebenarnya sudah dimulai sejak zaman dinasti Manchu saat agama Kristen menyebar. Ada catatan sejarah dari beberapa misionaris bule yg merasa jijik melihat kelakuan orang "Sodom" China. Hujatan Kristen sampai ke telinga kaisar Manchu yg kemudian merasa malu karena negaranya diejek orang bule. Praktek homoseks pun mulai diilegalkan. Bahkan kuil dewa gay Tu Er Shen dihancurkan.

Tradisi homofobia berlanjut saat China dikuasai komunisme. Mao Zedong mencap gay sebagai penyakit jiwa dan penyakit sosial. Di zaman itu, informasi yg benar tidak mengalir sehingga banyak gay China mengira mereka cuma sebatang kara dan yakin mereka memang sakit jiwa (kok sama dng gay Indonesia?). Mao pun mulai menangkapi gay China atas nama "moral" (komunis kok bermoral, lucu). Ada yg dipenjara, ada yg DIKEBIRI, dan banyak juga yg DITEMBAK MATI! Warga China pun ikut2an menjahati kaum gay dengan mengasingkan mereka.

Hingga detik ini pun, gay China masih ditekan masyarakat untuk menikah. Sehingga, tak ayal lagi, banyak wanita China menjadi KORBAN GAY: hanya dinikahi sebagai "trofi pajangan". Hal yg sama pun terjadi di Indonesia. Bedanya Indonesia membawa nama agama sementara China membawa nama moralitas komunis.

No comments:

Post a Comment

Psikiater vs Psikolog

Kaum pendukung "gay harus sembuh" getol berkutat dng istilah, seolah dng mengkoreksi itu, mereka bisa menjustifikasi gay itu dosa/penyakit dan aku "salah". Faktanya, psikiater dan psikolog sama-sama menyatakan gay itu normal & sama2 urusin JIWA! Jadi, tak peduli yg mana, fakta gay itu normal tak bisa diubah hanya dng membetulkan syntax!!!

Labels

Afghanistan (1) Afrika (10) agama (11) alan turing (1) alien (1) Amerika Latin (1) Amerika Serikat (40) androginy (1) aneh (124) apple (1) arkeologi (2) aseksual (1) australia (6) bencana alam (1) berita (43) berita duka (5) bestial (1) big brother (5) biseksual (24) breaking news (10) broadway (2) buku (17) busana (1) celeb (130) chicken soup for gay (9) China (20) denmark (2) dll (1) facebook (1) fakta gay (52) fashion (1) fauna gay (4) fetish seks (2) fifty shades (9) filipina (1) film (33) film gay (26) game (4) gay (3) gay-in-denial (10) gay4pay (1) hetero (18) heteroseksual (26) HIV/AIDS (10) homofobia (44) hukum (13) humor (3) iklan (3) ilmiah (39) India (3) indonesia (16) Inggris (31) iran (5) Jepang (6) john travolta (4) kartun (3) katy perry (13) kesehatan (4) kiamat (24) kisah inspirasional gay (4) komik (11) kriminal (30) lady gaga (19) lagu gay (3) laporan khusus (1) lesbian (23) luka magnotta (21) Malaysia (6) mesir (2) militer (1) mitologi (7) musik (81) necrofil (3) novel (5) opini (4) pedofil (4) pedofilia (2) penis (1) perancis (3) pertobatan (1) politik (48) pornografi (17) rusia (9) sains (4) sastra (1) sejarah (45) seksi (21) singapura (3) sport (20) supernatural (1) surat pembaca (1) syria (3) titanic (8) tokoh gay (105) tolol pangkat sejuta (8) transgender (40) trivia (1) turki (1) tv (60) vietnam (2) wanita (4) westboro (2) yahudi (2) youtube (2)