Sebelum Hujat Gay, Baca Ini Dulu!

1. Anda membawa nama agama & Tuhan! Dengan pamer kosakata najis, Anda MENODAI AGAMA ANDA sendiri! Ngaku beragama, kelakuan kok kayak PREMAN?

2. Ingat, mulut Anda juga DIPAKAI BERDOA! Hormati Tuhan Anda dengan menjaga kesopanan mulut! NAJIS kalo mulut yg hobi mengutuk & menghina juga dipakai doa!

3. Komputer Anda yg dipakai menghujat gay datang dari Mesin Turing buatan seorang HOMOSEKSUAL bernama Alan Turing! Anda jijik dengan gay? Bakar dulu komputer Anda dulu. Pakai kartupos saja kalo mau hujat gay.

4. Jangan sok urusin RANJANG ORANG. Urus ranjang sendiri saja!

Thursday, August 15, 2013

Nenek Di China Dukung Cucu GAY

China termasuk negara sok suci, meski dasarnya adalah komunis. Ironisnya, sejarah China dipenuhi tokoh2 homoseks, bahkan ada pula dewa gay. Sejarah mencatat bahwa homofobia China dimulai saat misionaris bule Kristen di zaman Manchu menghujat orang China sebagai kaum Sodom. Hal itu diperparah dengan komunis China pimpinan Mao Zedong sukses mencuci otak warganya. Kalo bicara soal orang tua, sudah bukan rahasia lagi kalo manula itu kolot semua. Tapi seorang nenek 90 th asal China kini menjadi celebriti internet setelah dia menyerukan kesetaraan hak untuk menikah!
The unnamed 90-year-old grandmother who backed gay rights for her grandson in China.
"Cucuku GAY. Mohon agar pemerintah China bisa legalkan pernikahan gay."
Nenek itu meng-upload video seruan agar kaum gay China diperbolehkan oleh pemerintah komunis untuk menikah secara gay. Sang nenek membawa papan bertuliskan "Kami mendesak pengesahan pernikahan gay". Sang nenek berkata: "Umurku 90 tahun. Cucuku gay. Dia memperlakukanku dengan baik dan dia juga pengertian. Saya menyayanginya dan berharap dia bisa menemukan seorang pria untuk menjadi pasangan hidup dan berbahagia. Saya harap pemerintah mau menolong."


Harian Pagi China Selatan melacak keberadaan cucu gay sang nenek. Cucunya ternyata tidak tahu perihal video itu tapi dia menyatakan salut pada neneknya. "Nenekku pasti akan ditekan oleh orang asing, bahkan relasi (yg homofobik)."

Secara mengejutkan, sang nenek lebih bisa menerima ke-gay-an sang cucu dibanding orangtua pria gay itu! Malah sang neneklah yg mencoba membujuk agar anak dan menantunya bisa lapang dada menerima fakta bahwa anaknya terlahir GAY.

No comments:

Post a Comment

Psikiater vs Psikolog

Kaum pendukung "gay harus sembuh" getol berkutat dng istilah, seolah dng mengkoreksi itu, mereka bisa menjustifikasi gay itu dosa/penyakit dan aku "salah". Faktanya, psikiater dan psikolog sama-sama menyatakan gay itu normal & sama2 urusin JIWA! Jadi, tak peduli yg mana, fakta gay itu normal tak bisa diubah hanya dng membetulkan syntax!!!

Labels

Afghanistan (1) Afrika (10) agama (11) alan turing (1) alien (1) Amerika Latin (1) Amerika Serikat (40) androginy (1) aneh (124) apple (1) arkeologi (2) aseksual (1) australia (6) bencana alam (1) berita (43) berita duka (5) bestial (1) big brother (5) biseksual (24) breaking news (10) broadway (2) buku (17) busana (1) celeb (130) chicken soup for gay (9) China (20) denmark (2) dll (1) facebook (1) fakta gay (52) fashion (1) fauna gay (4) fetish seks (2) fifty shades (9) filipina (1) film (33) film gay (26) game (4) gay (3) gay-in-denial (10) gay4pay (1) hetero (18) heteroseksual (26) HIV/AIDS (10) homofobia (44) hukum (13) humor (3) iklan (3) ilmiah (39) India (3) indonesia (16) Inggris (31) iran (5) Jepang (6) john travolta (4) kartun (3) katy perry (13) kesehatan (4) kiamat (24) kisah inspirasional gay (4) komik (11) kriminal (30) lady gaga (19) lagu gay (3) laporan khusus (1) lesbian (23) luka magnotta (21) Malaysia (6) mesir (2) militer (1) mitologi (7) musik (81) necrofil (3) novel (5) opini (4) pedofil (4) pedofilia (2) penis (1) perancis (3) pertobatan (1) politik (48) pornografi (17) rusia (9) sains (4) sastra (1) sejarah (45) seksi (21) singapura (3) sport (20) supernatural (1) surat pembaca (1) syria (3) titanic (8) tokoh gay (105) tolol pangkat sejuta (8) transgender (40) trivia (1) turki (1) tv (60) vietnam (2) wanita (4) westboro (2) yahudi (2) youtube (2)